Jumat, 03 April 2009

Kasus David mahasiswa NTU singapore (bag.3)

4. David diberitakan pula menghilang dari pergaulan selama kurang lebih 1
minggu sebelum kejadian, namun keluarga David tahu yang sebenarnya, David
sedang berkonsentrasi untuk menyelesaikan FYPnya, jadi pernyataan bahwa
David menghilang dari pergaulan karena sedang depresi dan ingin membunuh
itu sangat tidak valid, karena saat itu dia banyak chatting dengan
kakaknya, bahkan bermain game online bersama temannya di Indonesia .
Terlihat seperti orang depresi yang mau membunuh dosennya? Tidak sama
sekali!
Saat ini fakta-fakta yang muncul setelah menyingkirkan pemberitaan media
adalah:
1. David meninggal jatuh dari lantai 4, tanpa luka sayatan di pergelangan
tangan, dan dengan luka di bagian leher, serta bagian bokong berlumuran
darah.
2. Sang Profesor keluar dari rumah sakit dalam 2 hari.
3. Pisau tidak jelas berasal darimana, dan ditemukan tanpa gagang.
4. Pihak universitas menutup-nutupi kejadian ini.
Spekulasi dan kemungkinan-kemungkinan
Apakah benar David menyerang profesor saat dia sedang membungkuk menghadap
ke layar komputer? Jika itu benar, maka tidak mungkin saat ini profesor
tersebut telah pulang ke rumahnya dengan keadaan sehat wal afiat.
Apakah sang profesor tersebut yang justru menyerang David?
Hal ini sangat mungkin, karena bukti dan fakta yang ada mengarah ke
kesimpulan tersebut. Lalu apa motifnya? Sampai saat ini, hanya Tuhan dan
Profesor Chan Kap Luk yang tahu.
Namun saat ini santer beredar kabar bahwa sang Profesor ingin merebut FYP
milik David. Hal ini didukung oleh kesaksian teman David yang mengatakan
FYP David hampir selesai. Apakah mungkin seorang dosen dan Profesor dari
universitas terkemuka di negara maju mau merebut FYP milik mahasiswanya
sendiri? Kenyataannya, hal itu sangat mungkin terjadi.
Seorang yang mendengar kabar tentang kematian David bercerita pada seorang
teman-sebut saja A-, bahwa seorang profesor di NTU, di jurusan yang
berbeda, memberikan nilai D pada FYP si A, lalu si profesor menawarkan
untuk membuat FYP baru, dan dia akan beri nilai B, dengan syarat FYP yang
sebelumnya akan jadi hak milik si Profesor. Apakah terdengar aneh? Ya, si
profesor ingin merebut hak atas FYP milik si A dengan iming2 nilai.
Jadi hal ini sebenarnya bukan hal yang baru di NTU, hanya saja kali ini
ujungnya berakhir tragis bagi David karena dia tidak mau menyerahkan hak
atas FYPnya. Sekali lagi, ini spekulasi, namun jauh lebih logis daripada
pemberitaan media dan NTU.
Ming, saat ini lo udah gak ada, gak ada lagi yang bisa kita lakukan buat
lo, selain pulihin nama baik lo, dan menyatakan kebenaran, lo istirahat
yang tenang aja disana.
RIP, ming.
Guys, tahu gak sebenernya sekarang apa yang sedang keluarga Hartanto sedang
coba lawan? NTU, sebuah universitas terkenal milik pemerintah singapura!
Untuk perbandingannya adalah ITB di Indo. Apa yang bisa dilakukan
segelintir orang: keluarga Hartanto yang hanya tinggal bertiga, keluarga
besarnya teman2 yang berjumlah puluhan sampai ratusan? apakah bisa melawan
NTU? Bisa! Bagaimana caranya? Kita harus menyatakan kebenaran harus
diungkap sejelas2nya tanpa ada yang diubah2 atau ditutup2i. Saat ini, kita
sebagai sesama pengguna internet, harap sebarkan kabar ini seluas-luasnya,
agar banyak orang makin peduli tentang kasus ini dan investigasi akan
dilakukan lebih lanjut, setidaknya jangan sampai orang-orang berpikir bahwa
Davidlah yang bersalah, karena itu jelas tidak benar. Kabarkan ini ke
teman-teman, saudara, dan copylah tulisan saya ini di
blog/forum/facebook/friendster anda, tidak akan saya tuntut untuk
copyright. Terima Kasih.
Salam
Diposkan oleh cl4y_m4n di 00:39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar